Index Masa Tubuh (IMT) Dengan mengetahui nilai  Index Masa Tubuh  maka kita dapat mengetahui apakah kita masuk dalam kategori kurang berat badan, normal, atau kelebihan berat badan dan obesitas (kegemukan). Resiko penyakit yang berhubungan dengan derajat kegemukan seperti penyakit jantung, kencing manis bahkan stroke dapat dilihat dari nilai BMI, di  Indonesia disebut Index Masa Tubuh (IMT). Sederhananya,   Index Masa Tubuh (IMT)  adalah merupakan alarm peringatan bagi Kesehatan Kita!

Saat ini lebih mudah mendiagnosis obesitas ketimbang memperbaikinya. Namun mengingat mempertahankan berat badan yang sehat mampu mengurangi resiko penyakit jantung 35-55%, maka ini adalah merupakan target yang penting. 

Body Mass Index (BMI) atau dalam bahasa Indonesia disebut  Index Masa Tubuh (IMT)  adalah sebuah ukuran “berat terhadap tinggi” badan yang umum digunakan untuk menggolongkan orang dewasa ke dalam kategori Underweight (kekurangan berat badan), Overweight (kelebihan berat badan) dan Obesitas (kegemukan). Rumus atau cara menghitung BMI sangat mudah, yaitu dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat dari tinggi badan dalam meter (kg/m²).

Rumus BMI
Index Masa Tubuh

Lalu hasil dari BMI tersebut dapat dicocokkan pada Tabel Klasifikasi Internasional dari Underweight, Overweight dan Obesitas pada Orang Dewasa yang disepakati oleh organisasi kesehatan dunia.

Bagi kita yg tinggal di asia, kita bisa sesuaikan dengan klasifikasi  Index Masa Tubuh (IMT)  yg bersumber dari Departemen Kesehatan RI sbb :

Index Masa Tubuh

Contoh: Berat badan saya adalah 77 kg dan tinggi saya adalah 176 cm. Maka  Index Masa Tubuh (IMT)  saya adalah 77/(1,76)² = 24.86 kg/m². Bila dicocokkan dalam tabel di atas maka saya masih masuk dalam kategori normal.

Nilai   Index Masa Tubuh (IMT)  dipengaruhi oleh usia, namun sama pada kedua jenis kelamin.  Nilai  Index Masa Tubuh (IMT) dapat tidak sesuai pada derajat kegemukan dari populasi yang berbeda, dalam hubungannya dengan perbedaan proporsi tubuh. Sebagai contoh, ada orang Amerika dan orang Asia yang memiliki nilai BMI yang sama. Namun dilihat dari kenyataan, orang Asia tersebut memiliki proporsi massa lemak yang lebih banyak dari pada massa otot dibandingkan dengan orang Amerika. Analogi lain, mana yang lebih berat ‘lemak 40kg + otot 10kg’ atau ‘lemak 20kg + otot 30kg’ ? Sama saja kan?

Para ahli sedang memikirkan untuk membuat klasifikasi  Nilai  Index Masa Tubuh (IMT) tersendiri untuk penduduk Asia. Hasil studi di Singapura memperlihatkan bahwa orang Singapura dengan BMI 27 – 28 mempunyai lemak tubuh yang sama dengan orang-orang kulit putih dengan  Nilai   Index Masa Tubuh (IMT)  30. Pada orang India, peningkatan  Nilai  Index Masa Tubuh (IMT) dari 22  menjadi 24 dapat meningkatkan prevalensi DM menjadi 2 kali lipat,  dan prevalensi ini naik  menjadi 3 kali lipat pada orang dengan  Nilai  Index Masa Tubuh (IMT)  28.
 
AGHAS HIJAOE © 2016. All Rights Reserved
Template by Blogger Theme
Powered by Blogger
Top