Pintu Pintu Masuk Setan Ke Dalam Hati Manusia - Ketahuilah, bahwa hati bagaikan benteng, sementara setan ibarat musuh yang ingin menembus masuk ke dalam benteng, lalu memiliki dan menguasainya. Benteng tidak akan dapat diselamatkan dari serangan musush kecuali dengan
mengadakan penjagaan pada pintu-pintunya, menutup rapat-rapat setiap celah yang memungkinkan dijadikan jalan masuk bagi musuh. Jika seseorang tidak mengetahui pintu-pintu itu, maka ia tidak mungkin dapat melindunginya dengan baik.

Memelihara dan menjaga hati dari godaan setan itu wajib hukumnya bagi setiap hamba yang mukallaf. Sesuatu yang menjadi sarana terlaksananya sesuatu yang wajib, maka wajib pula hukumnya. Seseorang tidak akan dapat menangkal setan menerobos masuk ke dalam hati, kecuali dengan mengetahui terlebih dahulu pintu-pintu masuk yang akan dilaluinya, sehingga mengetahui jalan masuk setan ke dalam hati, hukumnya menjadi wajib pula.

Jalan-jalan setan dan pintu-pintu masuknya ke dalam hati itu adalah sifat-sifat yang melekat pada manusia yang jumlahnya begitu banyak. Saya akan menunjukkan pada pintu-pintu besar yang tidak akan membuat setan berdesak-desakan masuk ke dalamnya, betapapun besarnya jumlah setan dan bala tentaranya yang akan melaluinya.

Di antara pintu-pintu setan yang besar itu, adalah:

  • Amarah dan syahwat, Akal menjadi tidak berfungsi dengan baik ketika terjadi amarah. Jika tentara akal lemah, maka sangat mudah bagi tentara setan untuk melakukan serangan.
  • Dengki dan Rakus, Ketika kedengkian dan kerakusan seorang hamba menguasainya, tentu ia tidak lagi mampu melihat, karena kerakusannya akan menjadikannya buta dan tuli. Pada saat itulah setan mendapatkan peluang emas untuk menerobos ke dalam hati.
  • Makan Kekenyangan, Sekalipun apa yang ia makan itu makanan yang halal dan bersih, kekenyangan akan memperkuat syahwat, padahal syahwat itu adalah senjatanya setan.
  • Gemar Menghias Pakaian, Rumah Dan Perabotnya, Setan selalu mendorong seseorang untuk pamer, unjuk gaya dengan berhias yang berlebihan, pakaian, aksesoris yang wah, harta dan lain sebagainya, sampai akhirnya diapun akan selalu sibuk untuk memenuhi keinginan-keinginannya sampai ajal datang menjemputnya.
  • Rakus Kecintaan, Kekaguman dan Mengkultus Individualkan Seeorang, Setan akan selalu berupaya memoles dan menghiasi dirinya dengan berbagai macam riya, sikap dan gaya hidup yang dibuat-buat penuh kepalsuan di hadapan orang yang ditamaki (dicintai dan dikagumi tersebut).
  • Tergesa-gesa dan Tidak Konsisten, sabda Rasulullah saw “ Tergesa-gesa itu dari setan, sedangkan kehati-hatian itu dari Allah Ta ‘Ala” dan firman Allah “Wakana Al-Insaanu ‘Ajuulan ~ Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa(QS. Al-Isra : 11).
  • Kecintaan Pada Dirham, Dinar dan Berbagai Jenis Harta Benda Lainnya, Setiap kelebihan dari kadar makanan dan kebutuhan pokok lainnya, adalah menjadi tempat bersarangnya setan.
  • Kikir dan Takut Miskin, Sifat inilah yang menghalangi berinfaq dan bersedekah. Kedua sifat ini juga mndorong orang untuk menimbun/menumpuk harta benda. Allah SWT berfirman Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka(lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu (QS. At- Taubah : 34).
  • Fanatik Bermadzhab, Hawa Nafsu dan Dendam Dalam Permusuhan, Semua sifat ini termasuk hal-hal yang dapat membuat manusia rusak dan fasik. Karena, mencaci maki orang lain dan mencari-cari kekurangan dan aib orang lain merupakan sifat dari sifat-sifat binatang buas.

0 komentar:

Posting Komentar

Dilarang Menyematkan Link Aktif . . .! , Silakan Berkomentar Sesuai "Topik" Dengan Baik Dan Benar (No Porno dan SARA) ya.


Terima Kasih

 
AGHAS HIJAOE © 2016. All Rights Reserved
Template by Blogger Theme
Powered by Blogger
Top