Siapa yang tidak mengenal kehebatan Nabi sulaiman a.s. yang mampu pergi ke suatu tempat yang sangat jauh jaraknya hanya dalam sekejap. Sejarah kisah Nabi Sulaiman a.s. juga menceritakan bagaimana kemampuan penasihatnya yang berhasil memindahkan singgasana
Ratu Balqis dari negeri Saba ke kerajaan nabi Sulaiman a.s. hanya dalam hitungan detik. Kemampuan semacam ini, di masa sekarang lebih dikenal sebagai teleportasi.

Teleportasi adalah kemampuan untuk memindahkan suatu objek dari satu tempat ke tempat lain tanpa perantara perlengkapan alat fisik. Bisa dikatakan juga bahwa teleportasi adalah kemampuan menggerakkan benda-benda fisik dari tempat yang satu ke tempat yang lain tanpa sarana fisik. Selain itu, pada tingkatan mahir, kemampuan teleportasi juga mampu untuk memunculkan benda di suatu tempat atau melenyapkan benda tersebut dari suatu tempat. Pemindahan benda-benda tersebut cenderung menggunakan kekuatan batin.

Kekuatan batin yang diolah tentu dengan konsentrasi tingkat tinggi dan tak lepas dari izin tuhan, secara teori, teleportasi melibatkan dematerialisasi suatu benda yang akan dipindahkan ke tempat yang jauh dengan mengubah bentuk detail susunan atom-atom atau sifat benda, kemudian mengubahnya lagi menjadi susunan sifatnya semula.

Contoh konkret yang pernah kita dengar dalam budaya negatif masyarakat adalah adanya ritual santet ataupun teluh. Saat sipelaku mengirimkan jarum dan paku ke tubuh korban yang dimaksud, dalam proses pengirimannya, jarum dan paku tersebut berubah dari zat padat menjadi gas atau energi. Setelah masuk ke tubuh korban yang dituju, jarum dan paku tersebut kembali ke wujud zat padat. Dalam dunia kedokteran, hal semacam ini masuk dalam kategori ” tak terklarifikasi”.

(sumber: dahsyatnya indra keenam - Ekokaf)

0 komentar:

Posting Komentar

Dilarang Menyematkan Link Aktif . . .! , Silakan Berkomentar Sesuai "Topik" Dengan Baik Dan Benar (No Porno dan SARA) ya.


Terima Kasih

 
AGHAS HIJAOE © 2016. All Rights Reserved
Template by Blogger Theme
Powered by Blogger
Top