BULAN RAMADHAN
Keutamaan Bulan Ramadhan - Imam Baghawi dalam Shaheh-nya berkata: “Sesungguhnya nama bulan Ramadhan berasal dari kata Ramadha-‘a, artinya batu yang dipanaskan, sebab mereka sedang berpuasa pada saat panas sedang memuncak. Inilah sejarahnya ketika orang arab memberi nama-nama bulan, bertepatan saat itu panas sekali.” Ada yang berpendapat: “Dikatakan demikian karena membakar dosa-dosa.”

Salah satu firman Allah SWT tentang keutamaan bulan Ramadhan:

Artinya:

Hai orang-orang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimanadiwajibkan atas orng-orang sebelum kamu” (QS Al-Baqarah: 183)


Beberapa hadits yang menerangkan tentang keutamaan bulan Ramadhan:

Sabda Nabi Muhammad SAW;
“Bilamana datang malam pertama bulan Ramadhan, semua pintu surga dibuka dan tidak satupun yang tertutup sampai sebulan penuh.“ Dan Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk berseru: “Wahai orang yang mencari kebaikan, kerjakanlah. Dan hai orang yang mencari kejahatan, bertahanlah.“ Lalu dia berkata: “Bila ada orang yang memohon ampun pasti diampuni, dan adakah orang yang meminta pasti dikabulkan, dan adakah orang yang bertobat pasti diterima tobatnya.“ Para malaikat tidak henti-hentinya berkata begitu sampai fajar terbit.

Salman Al-Farisi r.a. berkata bahwa Nabi saw ketika berkhutbah pada hari terakhir bulan sya’ban mengatakan: “Hai sekalian manusia, sungguh telah menaungi yakni bulan yang amat besar. Di dalamnya ada malam Lailatul Qadar yang lebih utama dari 1.000 bulan. Allah menjadikan puasanya fardhu (wajib); barang siapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan pada bulan itu, maka seperti mengerjakan 70 kewajiban pada kesempatan lain. Dia adalah bulan kesabaran, dan pahala kesabaran ialah surga. Dia adalah bulan pertolongan; ialah sebagai bulan penambah rizki bagi orang mukmin. Barang siapa yang memberikan “Buka,” pada orang lain, ia sama dengan memerdekakan budak yang sudah diampuni dosa-dosanya.”

Kami berkata; “Ya Rasul, kami tidak punya apa-apa untuk memberikan ‘Buka’ pada orang yang berpuasa.” Beliau bersabda; “Allah memberikan pahala terhadap yang memberi buka kepada orang berpuasa sekalipun secicip susu, seteguk air atau sebutir kurma. Dan barang siapa yang memberi kekenyangan pada orang yang berpuasa, dia akan diampuni dosa-dosanya, dan kelak diberi minum dari telagaku yang sesudahnya tidak akan merasa haus selama-lamanya. Disamping itu mereka memperoleh pahala berpuasa tanpa sedikitpun kurang. Awal bulannya (10 hari pertama) penuh dengan Rahmat, Pertengahannya penuh dngan Ampunan dan 10 hari terakhir penuh pembebasan dari neraka. Dan bagi siapa saja yang memberi keringanan pada budak yang dimilikinya, maka Allah membebaskan dari neraka. Maka dari itu pada bulan Ramadhan perbanyaklah 4 hal; dua hal kamu membuat ridha Tuhanmu, dan dua hal lagi adalah kamu selalu membutuhkannya. Dua hal akan Keridhaan tuhanmu ialah kesaksian bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan kamu memohon ampun kepada-Nya. Dan dua hal yang kamu selalu membutuhkan ialah kamu minta surga kepada Tuhanmu dan berlindung kepada-Nya dari neraka.”

Sabda Nabi SAW yang lain:

“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan dasar iman dan mencari pahala, maka dosa-dosa-nya yang lalu dan yang akan datang diampuni.”

“Setiap amal anak cucu Adam adalah miliknya, kecuali puasa. Sungguh puasa itu adalah milik-Ku dan AKU akan membalasnya. Bagimu sudah cukup sebuah ibadah yang disandarkan kepada Tuhan Sang Pencipta pada Dzat-Nya.”

“Umatku diberi lima hal yang belum pernah diberikan kepada umat lain:
  1. Bau mulut orang berpuasa lebih harum dari minyak misyik
  2. Para malaikan meminta ampunan sampai mereka berbuka
  3. Syetan-syetan yang keterlaluan dibelenggu
  4. Setiap harinya, Allah SWT menghiasi surga
  5. Dan dia berfirman: “Hampir-hampir hamba-Ku yang shaleh dijauhkan dari penderitaan dan kesusahan,“ dan mereka diampuni pada setiap akhir malam.“
(sumber: rahasia ketajaman mata hati ~ Imam Al-Ghazali)

0 komentar:

 
AGHAS HIJAOE © 2016. All Rights Reserved
Template by Blogger Theme
Powered by Blogger
Top