Kepekaan Bathin ~ Indera ke enam adalah kepekaan batin seseorang terhadap sesuatu yang sedang terjadi atau bahkan yang akan terjadi. Indera ke enam dapat dikuasai oleh siapapun dan agama apapun. Sangat berkhasiat untuk memudahkan kita mendapatkan berita-berita ghaib yang benar dari ALLAH (biasanya tandanya sejuk di hati dan meyakinkan - bukan menerka- bukan diminta tapi datang sendiri).

Banyak cara orang untuk membangkitan indera ke enam. Secara singkat indera ke enam tersebut terbagi dua, yaitu :
  1. Berdasar sebab datangnya dari ALLAH SWT
  2. Berdasar sebab datangnya selain dari ALLAH, misalnya karena jin, setan, konsentrasi atau meditasi yang sering dilakukan sehingga alam menyatu dengannya dan dapat memberikan tanda-tanda akan suatu kejadian yang sedang atau yang akan terjadi.

Untuk memperoleh indera ke enam dapat dicapai secara cepat melalui perpaduan antara Prana, Cipta dan Mantra.
Prana adalah melatih diri dengan olah seni pernafasan dengan cara dan metode tertentu. Biasanya banyak dipakai dalam perguruan tenaga dalam.
Cipta berarti konsentrasi atau meditasi yang menjadikan pikiran berfokus pada sesuatu tujuan atau menjadikan pikiran dan perasaan tenang dan terasa bersatu dengan alam sekitar. Orang yang memiliki kebatinan tinggi sering memanfaatkan meditasi atau konsentrasi ini. Karena dengan jiwa yang tenang, maka diri akan semakin peka dengan gejala alam.
Dan Mantera atau wirid adalah pembersih jiwa dan pemantapan hati terhadap sesuatu yang dirasa atau gejala-gejala sesuatu yang dirasakan. Mantera dan wirid bersifat sugesti, yang menjadikan orang semakin yakin terhadap dirinya sendiri. Dan dari mantera dan wiridnya akan timbul suatu kekuatan ghaib yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan latihan prana dan cipta saja tanpa disertai dengan mantera atau wirid.
Kekuatan indera ke enam yang tinggi dapat dicapai dengan baik dengan cara menggabungkan kekuatan prana, cipta dan mantera dalam satu latihan.
Umumnya dalam ilmu hikmah lebih banyak mengandalkan kebiasaan dan keistiqomahan (kontinyu)nya suatu wirid atau amalan atau doa tertentu. Semakin diwirid atau diamalkannya suatu amalan/wiird, maka menghasilkan suatu kepekaan bathin yang baik juga. Tetapi jika hanya dengan mengamalkan wiridi saja, kekuatan indera ke enamnya lebih terpusat pada datangnya ilham atau firasat dari ALLAH SWT. Dan tentu saja, ilham atau tanda-tanda tersebut lebih tepat dan lebih terjamin kebenarannya dibanding yang mendapatkan indera ke enam dari sumber selain ALLAH. Nabi Muhammad SAW bersabda :
"ITTAQUU FIROOSATAL MU'MIN FA-INNAHU YANZHURU BINUURILLAAH" (Takutlah kamu terhadap firasat orang mu'min kerana dia melihat dengan Nur ALLAH).

(sumber: hidayatjati2u.com)


Demikian informasi "Kepekaan Bathin" ini di sharekan di Aghas Hijaoe, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan kita khususnya mengenai Kepekaan Bathin.
 
AGHAS HIJAOE © 2016. All Rights Reserved
Template by Blogger Theme
Powered by Blogger
Top