Menyikapi seseorang yang memiliki bakat keparanormalan tanpa dipelajari terlebih dhulu atau yang datang dengan sendirinya memang menarik. Paling tidak kita akan terdorong untuk mengetahui lebih lanjut kenapa hal itu bisa terjadi.

Satu dari sekian banyak paramormal yang memiliki bakat tanpa didahului oleh sebuah proes yang normal adalah seorang paranormal berkebangsaan Swedia, Von Swedenborg. Diceritakan, pada hari sabtu pukul empat sore dipenghujung bulan September 1756. Von Swedenborg tiba di Gothenburg dalam perjalanan dari Inggris. Kedatangan Swedenborg ke tempat itu atas undangan William Costel dan teman-temannya.

Sekitar pukul enam atau dua jam setelah berada di rumah William Costel, Swedenborg keluar dari ruang pertemuan yang diselenggarakan temannya. Tidak lama kemuadian ia kembali dengan muka yang amat pucat. Ketika teman-temannya bertanya tentang perubahan raut mukanya itu, Swedenborg menjelaskan bahwa pada saat itu di Stockholm (salah satu kota di Swedia) terjadi kebakaran yang sangat membahayakan.

Usai menceritakan hal tersebut Swedenborg terlihat makin gelisah. Berkali-kali dia keluar masuk ruangan pertemuan itu. Keadaan itu tentu saja membuat heran teman-temannya yang ada pada saat itu. Apalagi media komunikasi saat itu tidak seperti sekarang. Namun Swedenborg tetap yakin telah terjadi kebakaran di kotanya. Bahkan ia juga menyebutkan rumah salah seorang temannya telah berubah menjadi abu. Sedangkan rumahnya sendiri dalam keadaan bahaya.

Anehnya dua jam kemudian dia keluar lagi dari ruang pertemuan itu. Dan dengan gembira mengatakan bahwa api kini berhasil dipadamkan pada jarak rumah ketiga dri rumahnya.

Karena beluadanya sarana komunikasi yang memungkinkan berita tersebar dengan cepat. Pada hari senin pagi sebuah berita dating dari Stockholm. Istrinya menyebutkan bahwa telah terjadi kebakaran persisi seperti yang diceritakanswedenbog. Dengan demikian ketika berita itu tiba di Gothenburg,masyarakat kota itu sudah mengetahuinya dari kabar yang disampaikan Swedenborg sebelumnya, termasuk gurbernur yang meminta penjelasan darinya.

Kisah menarik lainnya diceritakan oleh Prof. Tenhaeff, seorang ilmuan yang pernah melakukan eksperimen seputar telepati. Ia menulis tentang mimpi seorang wanita yang berinisial Q.

Seperti yang dikisahkan Prof. tenhaeff, pada suatu pagi tanggal 27 November 1937, wanita tersebut mengirimkan surat kepadanya. Surat itu baru dibacanya pada sore hari yang isinya sebagai berikut:

“Sebenarnya suah sejak kemarin dulu saya ingin menulis surat ini agar tidak menganggu pikiran saya. Seperti yang Tuan sampaikan bahwa saya harus memperhatikan isi impian-impian saya. Tadi malam saya bermimpi dengan sangat jelas, yaitu melihat lalu lintas kereta api, sebuah jalan yang panjang, serta lapangan berbagai tempat pengembala. Disebelah kiri belakang pagar, saya melihat sebuah truk yang sedang melakukan pekerjaan. Pada saat itu, tiba-tiba datang sebuah mobil dengan kecepatan tinggi dan bermaksud melintas. Peristiwa mengerikan kemudian terjadi. Mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi itu mengalami pecah ban dan menabrak pagar besi sehingga menyebabkan posisi mobil berada di atas truk. Saya melihat si pengendara mobil tersebut meninggal seketika. Betapa terkejutnya  saya karena ternyata yang meninggal itu Pangeran Benhard. Dengan mimpi yang saya ceritakan tersebut, apakah itu sekedar tipuan belaka? Lalu bagaimana komentar Tuan atas mimpi yang saya alami?”

Karena menganggap isi surat kurang bernilai akhirnya Tuan Tenhaeff hanya menyimpannya di meja tulis. Namun, Pada pukul 09.45 hari senin pagi tanggal 29 November 1937 atau dua hari setelah membaca isi surat yang dikirim nyonya Q.ia mendengar berita bahwa Pangeran Benhard mengalami kecelakaan mobil. Anehnya data-data seperti yang disiarkan radio waktu itu persisi samadengan mimpi yang disampaikan Ny. Q.

Secara kronologis, peristiwa kecelakaan yang menimpa Pangeran Benhard itu sebagai berikut.

Kecelakaan terjadi di dekat waduk kereta api Hilversum-Amsterdam tidak jauh dari jalan yang membentang panjang dan lapangan tempat mengembala yang terletak antara desa Diemen dan kota Amsterdam. Ketika itu di depan waduk tengan dikerjakan sebuah proyek perbaikan tanggul kereta api dengan mengeruk pasir serta mengangkutnya dengan truk. Hingga kemudian datang mobil Pangeran Benhard dengan kecepatan tinggi dan terjadi peristiwa kecelakaan seperti yang disebutkan ny. Q tersebut.

Yang menarik dari peristiwa kecelakaan tersebut ternyata diramalkan juga oleh salah seorang karib Tuan TenHaeff. Dalam ramalannya, karib Tuan Tenhaeff sebut saja EB menyebutkan bahwa ruangan rumah sakit umum di Amsterdam akan mendapat tamu khusus keluarga kerajaan. Ternyata ramalan tersebut memang benar.

Karena tidak lama kemudian. Pangeran Benhard mendapat kecelakaan dan seluruh anggota keluarga menjenguk sang Pangeran di rimah sakit tersebut.

Terhadap peristiwa-peristiwa itu, masyarakat jawa menyebutnya dengan istilah kewaskitaan. Ini adalah kemampuan di luar panca indra normal. Dan, sama halnya seperti di kalangan masyarakat Jawa, kalangan ilmuwan barat menyebut kemampuan tersebut sebagai kemampuan di luar panca indra antau kemampuan indra keenam yang dalam istilah JB Rhine dikenal dengan istilah extra sensory paranormal.

Bakat-bakat sebagai paranormal yang datang dengan sendirinya tanpa dipelajari terlebih dahulu memang ada dan kemampuannya pun tidak kalah dengan seorang paranormal biasa. Namun sejauh ini belum didapat hasil dari penelitian yang ilmiah, kenapa seseorang memiliki kemampuan supranatural seperti itu.

Demikian informasi tentang Kemampuan Telepati Bisa Diperoleh Secara Otodidak ini di sharekan di Jambogh Kita, informasi tentang Kemampuan Telepati Bisa Diperoleh Secara Otodidak ini berseumber dari  Majalah Investigasi supranatural (Misteri~ Edisi 513 2011).
 
AGHAS HIJAOE © 2016. All Rights Reserved
Template by Blogger Theme
Powered by Blogger
Top