Menjaga Kesehatan Hati

Hati atau liver adalah organ vital yang memiliki fungsi penting yakni melakukan metabolisme sebagian besar nutrisi yang akan diserap oleh usus, detoksifikasi dengan membuang obat-obatan yang tidak sesuai, alkohol dan berbagai bahan kimia berbahaya lainnya. Zat-zat berbahaya tersebut akan dikeluarkan dari aliran darah yang diproses secara kimia, sehingga racun-racun yang ada dapat dikeluarkan dari tubuh lewat saluran pembuangan.

Hati (liver) juga merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia. Di dalam hati terjadi proses-proses penting bagi kehidupan kita yaitu proses penyimpanan energi, pembentukan protein dan asam empedu, pengaturan metabolisme kolesterol, dan penetralan racun/obat yang masuk dalam tubuh kita.


Mari kita bayangkan akibat yang akan timbul apabila tejadi kerusakan pada hati, kali ini saya akan berbagi informasi salah satu yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati sesuai yang telah dimuat di Health Kompas dengan judul: Waspadai Kelebihan Dosis Parasetamol 


Penelitian mengindikasikan, jutaan orang di dunia mungkin berada pada risiko kelebihan dosis parasetamol. Penggunaan yang tidak sesuai anjuran dari obat-obat pereda sakit paling populer ini bukan hanya akan menimbulkan risiko overdosis, melainkan juga kerusakan pada organ hati.
 

Kajian para ahlii dari Northwestern University di Chicago AS menyatakan, hampir 25 persen orang dewasa keliru dalam mengonsumsi parasetamol. Banyak di antara pasien meminum obat ini melebihi dosis yang direkomendasikan dalam kurun waktu 24 jam.
 

Para pengguna kebanyakan menghiraukan instruksi dosis atau tata cara penggunaan, terutama kaum lanjut usia yang kerap lupa berapa tablet yang sudah mereka konsumsi. Ada pula pasien yang tidak menyadari kalau mereka sedang dalam perawatan menggunakan obat lain yang mengandung acetaminophen, bahan aktif Parasetamol.
 

Rekomendasi dokter untuk dosis maksimal parasetamol adalah delapan tablet 500 mg dalam sehari. Maksimal hanya dua tablet saja untuk sekali minum dalam setiap empat jam. Bila melebihi batas yang ditentukan, salah satu konsekuensinya adalah overdosis yang menyebabkan kerusakan liver dan penumpukan cairan di otak yang berisiko fatal.
 

Dalam riset yang dimuat Journal of General Internal Medicine edisi online tersebut, Dr Michael Wolf melakukan kajian mengenai prevalensi penyalahgunaan acetaminophen dan kemungkinan overdosis. Wolf mewawancarai lebih dari 500 pasien dewasa yang berobat ke klinik di sejumlah kota di AS antara September 2009 hingga Maret 2011.
 

Para peneliti menguji sejauhmana pemahaman pasien mengenai dosis dan kemampuan mengonsumsi obat acetaminophen secara tepat. Hasilnya ternyata cukup mengejutkan. Lebih dari seperempat pasien berada dalam risiko overdosis karena mengonsumsi obat pereda sakit melebihi batas maksimal 4 gram dalam 24 jam. Selain itu, ada 5 persen pasien yang membuat kesalahan fatal karena menenggak obat lebih dari 6 gram dalam 24 jam. Sedangkan hampir 50 persen pasien berisiko overdosis karena melakukan "double-dipping" atau menenggak dua jenis obat yang mengandung acetaminophen.
 

"Temuan kami mengindikasikan banyak konsumen yang tidak mengenal atau membedakan bahan aktif dalam obat pereda sakit yang dijual bebas, mereka juga tidak menyimak dengan cermat instruksi pada label kemasan obat," ujar Wolf.
 

"Dengan adanya prevalensi, risiko signifikan dari efek buruk, dan minimnya pemahaman, seorang dokter seharusnya memberi panduan dalam pengambilan keputusan dan menganjurkan pasien tentang penggunaan obat yang tepat," tambahnya.
 

Karena fungsinya yang begitu penting, kita dituntut untuk menjaga kesehatan hati. Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut ini adalah beberapa kutipan dari Waspada Online tentang beberapa hal atau Tips Menjaga Kesehatan Hati yang disarankan agar hati tetap sehat dan dapat berfungsi dengan baik.
 

1. Pilih makanan yang tepat
 

Menyantap makanan bergizi dengan cara diet seimbang akan membuat organ hati berfungsi lebih efisien sehingga berdampak pada kesehatan secara menyeluruh. Selain itu, diet seimbang juga dapat meregenerasi sel-sel hati yang rusak oleh virus hepatitis, sehingga dapat membentuk sel-sel hati baru. Namun, penting juga untuk mengkonsumsi vitamin dan mineral. Tapi ingat, kelebihan vitamin A adalah racun bagi hati.
 

2. Batasi asupan kalori
 

Kelebihan kalori dalam bentuk karbohidrat dapat menyebabkan disfungsi hati dan menyebabkan simpanan lemak dalam hati yang menjadikan organ hati berlemak. Tapi lemak tetap diperlukan tubuh, sehingga kadarnya tidak boleh lebih dari 30 persen dari total kalori seseorang, karena akan membahayakan sistem kardiovaskular. Hitung batasan kalori yang Anda perlukan. Ingatlah, sedikitnya Anda butuh 15 kalori per hari untuk setiap pon berat badan Anda.
 

3. Waspadai minuman alkohol
 

Minuman keras, bir dan anggur dapat berpengaruh buruk pada metabolisme organ hati. Sebaiknya, konsumsi alkohol dibatasi karena dapat menyebabkan hepatitis alkoholik dan hepatitis sirosis. Orang-orang dengan penyakit organ hati tidak boleh minum alkohol sama sekali.
 

4. Waspadai obat herbal
 

Diet dan pengobatan herbal bisa sangat berbahaya pada organ hati. Tanaman seperti Crotalaria, Senecio dan keluarga Heliotopium, serta Chaparral, mistletoe, kopiah, germander, komprei, minyak margosa, mate tea, teh yerba Gordolobo, pennyroyal, dan Jin Blu Huan terbukti beracun untuk hati. Beberapa studi ilmiah terbaru menyarankan bahwa zat dalam milk thistle dapat melindungi hati dari zat berbahaya seperti acetaminophen, yang dapat menyebabkan kerusakan hati.
 

5. Stop merokok. 

Jauhi asap dan cairan beracun Asap dari pengencer cat, semprotan serangga, dan semprotan penyegar udara lainnya akan masuk ke pembuluh darah kecil dalam paru-paru dan dibawa ke hati, lalu mengalami detoksifikasi dan dihilangkan di empedu. Karena itu jumlah dan konsentrasi bahan kimia harus dikontrol untuk mencegah kerusakan hati. Pastikan Anda memiliki ventilasi yang baik, menggunakan masker, tutupi kulit Anda, dan bersihkan semua bahan kimia pada kulit Anda dengan sabun dan air sesegera mungkin.
 

6. Cuci tangan
 

Tangan harus dicuci dengan sabun dan air setelah buang air besar dan sebelum menyiapkan makanan dan konsumsi. Ini akan membantu mencegah penyebaran hepatitis A.
 

7. Melakukan seks yang aman
 

Pakailah kondom saat melakukan hubungan. Hepatitis B dan C dapat ditularkan melalui darah dan cairan tubuh. Hindari berbagi barang pribadi Anda seperti sikat gigi, pisau cukur atau manicure set, terutama jika pasangan Anda menderita penyakit di organ hati.
 

8. Vaksinasi
 

Saat ini, vaksinasi hepatitis A dan B sudah tersedia di mana-mana. Program imunisasi untuk hepatitis B juga telah diupayakan untuk semua anak dan orang dewasa. Ternyata, vaksinasi hepatitis B juga sangat penting untuk bayi yang baru lahir karena 90% yang terkena virus ini terkena infeksi kronis. Namun hingga saat ini belum ada vaksinasi yang tersedia untuk hepatitis C.
 

Demikian tips kesehatan ini disharekan di Aghas Hijaoe, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan ataupun pengetahuan kita khususnya mengenai Tips Menjaga Kesehatan Hati.


 
AGHAS HIJAOE © 2016. All Rights Reserved
Template by Blogger Theme
Powered by Blogger
Top