Manfaat Serat

Manfaat Serat Makanan Bagi Kesehatan Tubuh Manusia – Serat merupakan nutrisi non gizi yang tidak dapat dicerna oleh enzim enzim pencernaan manusia sehingga serat tidak menghasilkan energi dan gizi. Dengan adanya manfaat serat makanan di dalam makanan, sistem pembuangan akan menjadi teratur karena kotoran menjadi lebih lunak dan volumenya lebih besar sehingga dapat meninggalkan saluran pencernaan dengan lebih lancar.

Secara umum sumber serat dibagi dua, yaitu Serat Nabati dan Serat Hewani. Serat nabati berasal dari buah-buahan dan sayuran. Sedangkan serat hewani berasal dari daging.

Manfaat Serat Untuk Tubuh Kita

Dengan adanya serat dalam makanan akan membantu mempercepat sisa-sisa makanan untuk diekskresikan keluar melalui saluran pencernaan. Dalam makanan, serat memiliki kemampuan untuk mengikat air, selulosa dan pektin. Tanpa adanya bantuan serat , feses dengan kandungan air rendah akan lama tinggal dalam saluran usus dan mengalami kesukaran untuk diekskresikan keluar karena gerakan-gerakan peristaltik usus besar menjadi lebih lambat.

Meskipun masih memerlukan penelitian yang lebih jauh mengenai manfaat serat makanan, cukup bukti bahwa berbagai serat dapat membantu mencegah dan mengatasi penyakit seperti sembelit, diabetes, kolesterol, gangguan usus, kegemukan (obesitas), dan penyakit jantung. Akibat rendahnya konsumsi serat, terutama di negara-negara maju telah membuat tingginya perhatian dunia kesehatan terhadap manfaat serat makanan (Dietary Fiber) ini.

Pernahkah dibayangkan bahwa pada sepotong dada ayam siap saji yang kita makan terkandung 13.73 gram lemak serta 581 miligram kolesterol? Belum lagi bila ditambahkan dengan 1 kantung kentang goreng atau 1 porsi nasi putih. Sebenarnya bila kita mau mengkonsumsi oat bran, sejenis gandum berserat sebanyak 50 gram sehari, maka dapat menurunkan sebanyak 19% kolesterol HDL dan sebanyak 23% kolesterol LDL. Sayangnya kebanyakan kita kurang suka mengkonsumsi sereal yang di dalamnya terkandung gandum dan oat bran, gandum yang umumnya terdapat dalam sereal merupakan salah satu jenis makanan berserat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita.

Perhatian terhadap manfaat serat makanan juga semakin meningkat karena banyaknya muncul penyakit yang disebabkan rendahnya konsumsi serat. Penyakit tersebut dikenal sebagai ”Disease Of Western Civilization” atau penyakit peradaban barat. Yang termasuk kelompok penyakit akibat rendahnya konsumsi serat ini antara lain aterosklorosis, jantung koroner, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, hipertensi, stroke, hiperlipidemia, obesitas, kanker usus, radang usus buntu, dan penyakit pada pembuluh darah.


Kebutuhan Serat sehari

Dalam sehari, kita membutuhkan 25 sampai 35 gram serat, menurut Eileen Vincent, MS, RD., ahli nutrisi dari Northwestern University’s Feinberg School of Medicine, kita harus mengawalinya dengan “niat” di pagi hari. “Jika kita awali dengan sarapan kaya serat maka sepanjang hari kita hanya butuh menambahkan serat dalam porsi yang lebih kecil.” Penambahan konsumsi serat hendaknya dilakukan secara bertahap, karena penambahan yang mendadak dapat menyebabkan flatus, kram bahkan diare. Yang harus diperhatikan bahwa saat mengkonsumsi serat kita harus banyak minum.

Kekurangan serat makanan seringkali menyebabkan konstipasi (susah buang air besar), tinja menjadi keras dan diperlukan kontraksi otot yang besar untuk mengeluarkannya. Bila hal itu berlangsung terus-menerus maka otot menjadi lelah dan lemah sehingga muncul penyakit diverticulosis. Konsumsi makanan berkadar serat rendah, menyebabkan gerakan sisa makanan hasil pencernaan dalam usus besar menjadi sangat lambat. Tekanan dari sisa pencernaan yang terakumulasi pada dinding kolon dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit misalnya terjadinya kantung-kantung kecil pada daerah yang susunan ototnya lemah (divertikulosis). Apabila dalam kantung ini terjadi infeksi maka akan berakibat divertikulitis. Sisa-sisa makanan yang mengeras juga akan menstimulir terjadinya appendisitis (radang usus buntu) dan haemorroid, serta gangguan pencernaan lainnya.

Hasil pengamatan epidemologis menunjukkan bahwa kekurangan konsumsi serat dalam jangka waktu lama mempunyai kaitan dengan beberapa penyakit seperti, kanker kolon, penyempitan pembuluh jantung radang usus, dan lain-lain. Disamping itu serat sangat baik untuk diet, karena serat cenderung mencegah konsumsi kalori yang berlebihan, dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama.

Demikian informasi kesehatan tentang Manfaat Serat Untuk Kesehatan ini di sharekan di Aghas Hijaoe, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan tentang kesehatan khusunya mengenai manfaat serat.

6 komentar:

  1. Semoga kita semakin sadar akan pentingnya serat buat kesehatan pencernaan kita dan tentu saja hasilnya akan mempunyai tunuh yang sehat pula. Kenapa Gak sekalian share link info Organik dan Sun O Vit nih, Datok?
    Btw, Mantap nih infonya ya Datok...

    BalasHapus
  2. Benar Anak Mas, secara tidak di sadari seringkali asupan serat sehari-hari tidak mencukupi kebutuhan. Untuk sharing produk-produknya masih menunggu informasi penyesuaian harga dari produsen.

    BalasHapus
  3. Periode awal yg bagus... Btw, semangat terus nih datok...

    BalasHapus
  4. tanpa serat tidak semangat
    dengan cukup serat tubuhpun sehat

    BalasHapus
  5. Betul sekali Mbak Ayu, jika kebutuhan serat bisa terpenuhi, tentunya semangat buang air besarpun bisa mengebu karena dengan serat buang air besar lebih lancar

    BalasHapus
  6. Selalulah makan buah-buahan segar yang banyak mengandung serat

    BalasHapus

Dilarang Menyematkan Link Aktif . . .! , Silakan Berkomentar Sesuai "Topik" Dengan Baik Dan Benar (No Porno dan SARA) ya.


Terima Kasih

 
AGHAS HIJAOE © 2016. All Rights Reserved
Template by Blogger Theme
Powered by Blogger
Top